PT.Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Kualatanjung memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak pada jalur pelayaran dunia. Dengan berada dijalur pelayaran Internasional (terletak di selat malaka), maka terbuka peluang untuk menjadi salah satu Pelabuhan Andalan.

Pelabuhan Kuala Tanjung menjalakan beberapa bidang usaha diantaranya Pelayanan Kapal dan Pelayanan Barang.

Produksi komoditi utama di wilayah hinterland Pelabuhan Kuala Tanjung adalah dari sektor perkebunan dengan kontribusi 70,7%. Selanjutnya tanaman pangan sebesar 25% kemudian sektor kehutanan 1,9%.

Dengan SDM yang Berkualitas, Kami selalu Memberikan Pelayanan yang Luar Biasa

Kepuasan Anda adalah Kebanggaan bagi Kami

 

Hasil Tangkapan Nelayan Batu Bara Menurun

Oleh Munawar Mandailing

Medan, 16/7 (Antara) – Hasil tangkapan nelayan tradisional di Kabupaten Batu Bara selama dua pekan terakhir semakin menurun, akibat pengaruh cuaca ekstrem dan ombak besar yang terjadi di wilayah pantai timur Sumatera Utara.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batu Bara, Eddy Alwi dihubungi dari Medan, Rabu, mengatakan ombak di perairan tersebut mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter, dan nelayan kecil enggan pergi ke laut karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ombak yang cukup besar itu, menurut dia, bukan hanya mengganggu nelayan tradisional untuk menangkap ikan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.

“Kapal milik nelayan tersebut bisa saja tiba-tiba tenggelam dan dihanyutkan ombak yang cukup ganas tersebut,” ucap Eddy.

Dia menyebutkan, sebahagian nelayan kecil yang memberanikan diri pergi ke laut, dan hanya dapat menangkap ikan di pinggiran pantai terdekat dan tidak berani ke tengah laut.

Sebab, jelasnya, ombak besar dan disertai angin kencang atau badai tidak bersahabat bagi nelayan di Kabupaten Batubara.

“Akibat faktor cuaca dan fenomena alam tersebut,dan hasil tangkapan ikan nelayan juga semakin berkurang,” ujarnya.

Eddy mengatakan, pada hari-hari biasanya, nelayan pemancing mampu mendapatkan ikan kakap mencapai 60 kg hingga 80 kg per hari.

Namun, saat terjadinya ombak besar dan angin kencang di perairan Batubara, tangkapan ikan menurun dan hanya mampu diperoleh 40 kg per hari.

“Bahkan nelayan kecil itu, sudah berkeliling di beberapa pulau terdekat di Batu Bara untuk mencari ikan,” kata Ketua HNSI.

Data yang diperoleh dari Pengurus DPD HNSI Sumatera Utara, jumlah nelayan di Sumatera Utara saat ini diperkirakan sekitar 370 ribu orang.

Sedangkan, nelayan di Kabupaten Batu Bara tercatat sebanyak 21.000 orang, Serdang Bedagai mencapai lebih kurang 24.000 orang dan Kota Medan sebanyak 21.000 orang. (M034)