PT.Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Kualatanjung memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak pada jalur pelayaran dunia. Dengan berada dijalur pelayaran Internasional (terletak di selat malaka), maka terbuka peluang untuk menjadi salah satu Pelabuhan Andalan.

Pelabuhan Kuala Tanjung menjalakan beberapa bidang usaha diantaranya Pelayanan Kapal dan Pelayanan Barang.

Produksi komoditi utama di wilayah hinterland Pelabuhan Kuala Tanjung adalah dari sektor perkebunan dengan kontribusi 70,7%. Selanjutnya tanaman pangan sebesar 25% kemudian sektor kehutanan 1,9%.

Dengan SDM yang Berkualitas, Kami selalu Memberikan Pelayanan yang Luar Biasa

Kepuasan Anda adalah Kebanggaan bagi Kami

 

Disnaker Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan Pekerja

Oleh Ahmad Suhaimi

Batu Bara, 12/8 (Antara Sumut) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Batu Bara minta perusahaan di daerah itu harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pekerja.

“Perusahaan jangan sampai mengabaikan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja hanya karena ingin segera menyelesaikan pekerjaan atau mengejar keuntungan semata,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Batu Bara, Erynaldo di Limapuluh, Selasa.

Ia menjelaskan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah segala upaya untuk mengendalikan risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efesien dan produktif.

“K3 merupakan kebetuhan dasar manusia dalam bekerja dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan itu sendiri dan terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha,” ujarnya.

Menurut dia, angka kecelakaan kerja, di antaranya di sektor konstruksi masih sering terjadi, baik pada skala pekerjaan konstruksi kecil maupun besar.

Hal ini, lanjutnya, terjadi akibat penerapan penyelenggaraan K3 dalam kegiatan konstruksi belum sepenuhnya dilaksanakan atau kurangnya pemahaman terhadap pentingnya menyelenggarakan K3 pada setiap pelaksanaan pekerjaan.

Bagi perusahaan, kata Erynaldo, kecelakaan kerja dipastikan mengakibatkan berbagai kerugian, yaitu rusaknya material, keterlambatan jadwal proyek, buruknya citra dan tingkat kepercayaan perusahaan di masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau perusahaan di Kabupaten Batu Bara agar konsisten menerapkan aspek K3 pada kegiatan usaha meraka.

Erynaldo juga mengatakan bahwa dengan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam bentuk jaminan sosial belum cukup, karena yang paling utama adalah ketika tenaga kerja terlindungi dari segala potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. (AS)

Editor: T. Nico Adrian

Kategori Berita:  Batubara