Daily Archives: May 8, 2013

Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Outlet Sei Mangkei Awal 2015

medan, kini.co – Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Kab. Batubara, Sumut kini terus dipacu. Selain penyusunan Amdal (analisa mengenai dampak lingkungan), aneka fasilitas di darat pada pelabuhan yang berada di Kel.Tanjung Gading juga terus dimantapkan.
Kepala Bappeda Sumut Ir Riadil Akhir Lubis kepada kini.co di Medan, Sabtu (30/03/2013), menjelaskan pembangunan aneka fasilitas di darat pada pelabuhan terutama untuk mendukung keberadaannya sebagai outlet Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang di dalamnya berdiri beragam industri hilir kelapa sawit, akan dimulai awal 2014.
“Sehingga tahun 2015 dijadikan target bagi pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung bisa menjadi outlet KEK Sei Mangkei dengan penghasilan per tahun sebesar 1-2 juta TEUs (twenty foot equivalent units), atau setara 1-2 juta unit peti kemas ukuran 20 kaki,” kata Riadil.
Untuk jangka panjang, yakni 20 tahun ke depan, penghasilan Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksikan sebesar 20 juta TEUs. Guna menopang target ini, otoritas terkait saat ini sedang melakukan feasibility study (FS) dan desain engineering detail (DED) untuk pembangunan sebuah kolam berbentuk “U” di tengah perairan Kuala Tanjung.
Sebelumnya, Asisten Corporate Secretary Humas Pelindo I Medan Eriansyah menjelaskan proses pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dikerjasamakan dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Hutama Karya. Kerjasama ini untuk menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumut sebagai hub port dengan estimasi investasi Rp4 triliun.
Menurut Eriansyah, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung ditujukan untuk menunjang penurunan biaya logistik yang masuk dalam sistem logistik nasional (silognas). Untuk rencana tersebut, Pelindo I Medan akan membangun terminal curah cair dengan investasi sekitar Rp567 miliar.
“Rencana pembangunan tersebut terkait dengan rencana menyeluruh dari pembangunan Kuala Tanjung sebagai hub port di pantai timur Sumut untuk mengimbangi pelabuhan Singapura dan Port Klang, Malaysia,” katanya.
Selama ini, pelabuhan yang memiliki dermaga menjorok ke laut sepanjang lebih dari 1.000 meter itu, belum banyak dimanfaatkan oleh kalangan produsen hasil-hasil perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao) dan industri yang terdapat di kabupaten tetangga Batubara. (zul)